TUGASKU

Hubungan industri pertanian dengan penerapan ilmu ekonomi (ekonomi mikro dan makro)

NURWANA ( G311 11 273)

Industri pertanian dalam penerapan ilmu ekonomi merupakan bagian ilmu ekonomi khusus yang mempelajari fenomena-fenomena serta persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik ruang lingkup mikro maupun makro.

Banyak yang berpendapat bahwa industri ekonomi pertanian hanya mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan saja. Persepsi yang menyatakan bahwa ekonomi pertanian semata-mata mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan tersebut tidak dapat dibenarkan sebab ruang lingkup ekonomi pertanian juga menyentuh aktivitas perekonomian yang jauh lebih luas, khususnya yang berkaitan dengan industri bahan pangan dan serat. Oleh karena itu sebelum menghubungkan industri pertanian dengan  ekonomi pertanian perlu dikaji terlebih dahulu ruang lingkup ilmu ekonomi dan peran sektor pertanian dalam perekonomian secara umum. Selanjutnya karena ekonomi pertanian dapat dipandang sekaligus sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian dan ilmu ekonomi, maka ekonomi pertanian haruslah mencakup analisis ekonomi dari proses teknis produksi serta hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian.

Aplikasi ilmu ekonomi di sektor pertanian dalam kompleksitas perekonomian pasar tentunya melibatkan beragam aktivitas baik di level mikro maupun makro ekonomi. Pada level mikro pakar ekonomi produksi pertanian umumnya memberikan kontribusi dengan meneliti permintaan input dan respon suplai. Bidang kajian pakar pemasaran pertanian terfokus pada rantai pemasaran bahan pangan dan serat dan penetapan harga pada masing-masing tahap. Pakar pembiayaan ekonomi pertanian mempelajari isu-isu  yang erat kaitannya dengan pembiayaan bisnis dan suplai modal pada perusahaan agrobisnis. Sedangkan pakar ekonomi sumberdaya pertanian berperan pada bidang kajian tentang pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya alam. Pakar ekonomi lainnya mempelajari penyusunan program pemerintah atas suatu komoditi dan dampak penetapan kebijakan pemerintah baik terhadap konsumen maupun produsen produk pertanian.

Pada level makro minat para pakar terarah pada bagaimana agribisnis dan sektor pertanian pada umumnya mempengaruhi perekonomian domestik dan dunia. Selain itu juga dipelajari bagaimana kejadian-kejadian khusus atau penetapan kebijakan tertentu di pasar uang dapat mempengaruhi fluktuasi harga bahan pangan dan serat alam. Untuk kepentingan ini, biasanya ekonom menggunakan pendekatan formulasi model berbasis analisis komputerisasi.

Kandungan sumberdaya pada suatu wilayah menjadi landasan pengembangan konsep keunggulan komparatif yang menjadi esensi utama perdagangan barang dan jasa. Strategi aplikasi atau turunan konsep di atas kemudian dikenal sebagai keunggulan kompetitif, yang berkembang sangat pesat dalam praksis dan peradaban umat manusia dalam proses industrialisasi dan globalisasi saat ini. Begitupula halnya dengan industri pertanian yang dianggap sebagai keunggulan kompetitif dari berbagai sektor.

Dalam konteks tersebut, ilmu ekonomi menempatkan sektor pertanian atau basis sumberdaya alam sebagai landasan utama pembangunan ekonomi suatu bangsa. Proses transformasi sektor pertanian yang mampu menghasilkan produksi atau surplus pertanian di tingkat domestik dalam jumlah besar juga dianggap sebagai syarat pokok pertumbuhan ekonomi, pembangunan jati diri dan identitas suatu bangsa, dan bahkan mewarnai tahapan peradaban serta interaksi antarpelaku dalam pergaulan dunia yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s